Showing posts with label Kacamata 3D. Show all posts
Showing posts with label Kacamata 3D. Show all posts

Tuesday, January 31, 2012

Kacamata Lumus Main Game Sambil Berjalan


Sekarang untuk bermain game lebih mudah. Kita seringkali menemukan konsol game di berbagai tempat, mulai dari konsol game playstation, Nintendo, sega dan sebagainya. Menariknya konsol game portable lebih disukai. Karena dapat dibawa kemana aja dan tidak membutuhkan perangkat bantuan untuk memainkannya.

Seperti misalnya PSP, kita dapat memainkan konsol game tersebut dengan berbagai game yang tinggal dimasukkan. Kali ini ada sebuah teknologi baru untuk dunia game, dimana kacamata sebagai perangkatnya. Kacamata dengan teknologi canggih ini dinamakan Kacamata Lumus.

Kacamata Lumus PD-18-2 merupakan kacamata yang dapat menampilkan berbagai informasi langsung di depan mata kita tanpa bantuan perangkat apapun. Dengan menggunakan kacamata tersebut, kita dapat membuka internet, email, GPS, menonton video atau TV, bermain game dan masih banyak lagi.

Awalnya Kacamata ini didesain untuk para profesional, seperti pilot, ahli bedah dan tentara, namun diharapkan mampu dipasarkan secara bebas agar memudahkan banyak orang untuk menonton film sampai bermain game sambil berjalan dengan menggunakan kacamata tersebut.

Teknologi yang digunakan dalam Kacamata Lumus PD-18-2 adalah Light-guide Optical Element (LOE) sehingga mampu menambilkan gambar beresolusi tinggi di lensanya. Kemudian di lensa kacamata tersebut digunakan fitur augmented vision, yaitu penumpukan gambar dan grafis dengan tampilan mata normal.


Dengan menggunakan fitur augmented vision dan teknologi LOE, kita dapat melihat gambar, menonton film, bermain game atau informasi lainnya dengan menggunakan Kacamata Lumus PD-18-2 tanpa menghalangi pandangan dan bisa juga melihat tembus ke depan kacamata, sehingga gambar yang ditampilkan tidak menghalangi pandangan.


Sekilas bentuk Kacamata Lumus PD-18-2 ini mirip seperti Kacamata 3D ya. Untuk sementara ini kacamata tersebut sedang dalam proses perbaikan karena masih diperlukan pengembangan, seperti cahaya, kontras, efisiensi optic, resolusi gambar dan lainnya.

Mengenai harga, masih belum ada keterangan resmi dari perusahaan tersebut.Semoga saja harganya dapat terjangkau sehingga kita dapat mencoba menggunakan gadget baru tersebut.

Pesan saya untuk para pengguna kacamata ini nantinya agar jangan sampai terlena karena keasyikan menggunakan kacamata tersebut. Bisa jadi saat kita menonton atau main game sambil berjalan di jalan raya, ada kendaraan lewat dan dapat menyebabkan kecelakaan. Untuk itu, manfaatkanlah gadget tersebut dengan pintar ya, jangan sampai membahayakan nyawa kita.



Sumber gambar :

Thursday, July 14, 2011

Consumers Reports Pilih CINEMA 3D LG sebagai 3D TV Terbaik di Dunia




Sekarang saya dengar lagi musimnya trend 3D TV di Indonesia, bahkan juga di dunia. Jadi saya iseng-iseng cari informasi tentang 3D TV yang keren dan paling bagus di internet, lalu saya lihat ada topik menarik tentang persaingan 3D TV ini dari  Consumer Reports. 

Consumer Reports adalah majalah bulanan yang berasal dari Amerika Serikat, yang diterbitkan setiap bulannya oleh penerbit Consumer Union sejak tahun 1936. Isinya yang saya tahu, banyak membahas tentang review suatu barang serta jasa dan perbandingannya, berdasarkan survey dan laporan lainnya. Jadi, mereka nggak terima iklan di majalah mereka itu supaya tetap independen dan berada di pihak netral alias menjadi perantara yang adil antara produsen dan konsumen.

Selain itu, majalah ini juga menerbitkan tips dan informasi lainnya mengenai petunjuk pembelian. Saat ini sudah ada 7.3 juta orang di seluruh dunia yang berlangganan majalah tersebut.


Saya baca dari alamat http://english.chosun.com/site/data/html_dir/2011/06/27/2011062700610.html, yang terbaru ada ulasan berita bahwa Consumer Reports memberikan penilaian tentang produk 3D TV yang ada di pasaran. Jumlahnya ada 13 produk 3D TV yang dibuat dari 6 perusahaan elektronik. Keenam perusahaan elektronik tersebut adalah LG, Samsung, Sony, Sharp, Toshiba dan Vizio. Hasil terbaik pun dimiliki oleh LG dengan produk 3D TV nya yang dinamakan CINEMA 3D.

CINEMA 3D – LG 3D TV



Sony 3D TV


Toshiba 3D TV


Vizio 3D TV



 Sharp 3D TV


Samsung 3D TV

 

Consumer Reports menilai beberapa 3D TV itu berdasarkan sejumlah kriteria, yaitu dari kualitas gambar 3D, suara, dan fitur lainnya, seperti sudut pandang dan remote control. CINEMA 3D dari LG ini nilainya paling tinggi di antara 3D TV lain, yaitu dengan rata-rata nilai 76. Bahkan saya lihat pihak LG di situsnya menggunakan label THE NEXT GENERATION 3D TV pada 3D TV tersebut. Terus saya lihat juga yang nilainya paling rendah itu adalah 3D TV Samsung dengan rata-rata nilai 57.

Menurut yang saya baca dari penilaian tersebut, rupanya 3D TV Samsung kurang bagus dalam kecerahan gambar, bahkan kalau kita liat dari samping malahan warna dan kecerahan gambar semakin berkurang aja.

Samsung 3D TV masih menggunakan teknologi SG 3D, padahal dengan teknologi SG 3D tersebut, kita tidak bisa nyaman karena sudut pandangnya yang terbatas, kurang dari 180o. Lalu muncul juga keluhan akan adanya efek kedipan atau flicker dan gambar yang masih berbayang atau crosstalk. Padahal kedua efek tersebut bisa menyebabkan lelah mata, pusing, dan mual. Bagitu juga dengan Kacamata 3D Samsung yang menggunakan baterai dan memasang rangkaian elektronik di dalamnya. Dengan adanya baterai tersebut, banyak orang beranggapan bahwa dapat menyebabkan gelombang elektromagnetik saat kita menggunakannya.

Berbeda dengan LG yang menggunakan teknologi FPR 3D yang membuat polarisasi film di 3D TV nya dengan HARD PANEL IPS. Sudut pandang 3D TV ini bisa mencapai 180o. Kemudian juga Kacamata 3D LG yang bebas baterai dan perangkat elektronik lainnya. Teknologi FPR 3D ini bisa mengatasi kelemahan yang dimiliki oleh SG3D, sehingga bisa flicker free dan No Crosstalk.


Dalam isi Consumer Reports tersebut dijelaskan bahwa 3D TV yang menggunakan teknologi FPR 3D sangat bagus kualitasnya, baik dari segala kriteria penilaian. Kriteria penilaian yang telah diuji dan survey antara lain meliputi nilai efek 3D, kualitas gambar HD, suara, remote control, tampilan menu atau Home Dashboard dan multifungsinya.

Sedangkan kalau 3D TV yang masih menggunakan teknologi SG 3D dinilai oleh Consumer Reports masih kurang bagus dan juga masih memiliki kekurangan yang menyebabkan berbagai keluhan oleh pihak konsumen.

Oh ya, ini juga pertama kalinya Consumer Reports memberikan penilaian tentang 3D TV loh. Kalau majalah tersebut sudah diakui dunia tentang penilaiannya, maka ini bisa jadi acuan buat kita saat memilih 3D TV yang bagus. Bagaimana pun juga hasil akhir ada di tangan kita sebagai pihak konsumen, betul?



Sumber/referensi: